Harusnya seperti itu. hanya sebuah
perasaan. Tetapi perubahan sikap tubuh itu gak bisa dibohongi. Aku hanya ingin
tau apa yang sebenarnya kalian rasakan padaku. Mungkin ini hanya perasaanku. Aku
melihat jika kalian membenciku. Sebenarnya taka pa. ini bukan kejadian yang
pertama dihidupku. Aku sudah mengalami ini dari dulu jadi aku mungkin bisa
dikatakan terbiasa dengan hal itu. namun, aku pun berpikir kenapa ini hanya
terjadi padaku. Kita sama-sama calon sarjana psikologi. Tetapi aku gak melihat
kalau kalian mengerti bagaimana perasaan orang lain dengan sikap kalian yang
seperti ini. jangan marah, mungkin ini hanya perasaanku saja.
Pengalaman hidupku jika dijadikan
sebagai contoh dalam mata kuliah kita mungkin dapat mewakilinya. Bukannya aku
sombong, tak perlu ada yang disombongkan dengan hal semacam itu. Itu tak bisa
dikatakan sebagai hal yang patut untuk dicontoh. Tapi aku mengalaminya. Aku merasakannya
dan mungkin itu yang membuatku menjadi seperti saat ini sekarang. Aku tak mau
dimaklumi, aku ingin dimengerti. Tetapi, setiap aku mengutarakan pendapat
kenapa selalu dibantah terlebih jika itu hal yang aku tau. Aku marah pada salah
satu dari kalian yang sok tau itu. mungkin usiamu sudah jauh diatasku. Tetapi bisa
kan kamu menghargai pendapat orang lain. sebenarnya aku sayang dengan kalian, aku
senang ketika aku bisa membuat kalian tertawa. Tapi terkadang aku sedih, gak. Gak
terkadang. Sering. Aku sering sedih karena aku merasa kalian bukan teman. Kalian
hanya bermain dengan kelompok-kelompok kalian saja. Dan itu terus berjalan
sampai aku merasa kalian semua mulai menjauhiku. Aku merasa sikap kalian
terhadapku berbeda. Ada apa? Kenapa kalian seperti ini terhadapku? Aku hanya
merasa kalian baik jika kalian ada maunya padaku, ketika kalian tak
membutuhkanku kalian membuangku begitu saja. Mungkin ini terdengar jahat tetapi
itu yang aku rasakan.
Aku bukan orang yang mudah untuk
bercerita, sejak kejadian waktu SMP, semua itu mengubahku. Dulu aku bukan orang
yang seperti ini. aku bisa berteman dengan siapa saja, tetapi karena kejadian
itu aku tidak bisa melakukannya. Kalian gak mengerti apa yang aku rasakan. Karna
kalian gak mengalaminya. Aku Cuma ingin kalian bisa menganggapku teman. Bukan seseorang
yang hanya melengkapi 14 orang lainnya. Mungkin kata-kataku ada yang menyakiti
kalian, aku minta maaf aku melakukan itu karena aku merasa sangat nyaman dengan
kalian. Aku merasa kalian itu benar-benar teman yang selama ini aku inginkan. Tetapi
kenyataannya tidak. Sering rasanya aku ingin menangis dikelas jika aku melihat
kalian satu sama lain mengobrol, tetapi saat aku menghampiri raut wajah
ketidaksukaan itu muncul walaupun hanya sekilas. Aku melihatnya. Aku merasa
kalian hanya terpaksa bersamaku. Kalian tau? Aku selalu khawatir jika ada tugas
kelompok dibagikan. Aku takut kalian kecewa jika harus satu kelompok denganku. Sekarang,
aku berpikir. Kalau kalian mau seprti ini tak apa. Aku yang mengalah. Untuk kesekian
kalinya aku mengalah. Aku akan diam tanpa mengurusi apapun lagi tentang kalian.
Aku capek. Apa kalian juga tau bagaimana rasanya tidak pernah di perhatikan? Aku
merasa jika kalian menanggapiku di kelas hanya karena tidak enak terhadapku. Tetapi
ketika di media sosial, aku amat merasakan aku tidak dianggap. Kalian tau
betapa aku takut kehilangan kalian? Aku bukan takut kehilangan teman, sudah
sering aku kehilangan teman yang aku anggap sebagai teman dan ternyata mereka
tidak menganggapku. Aku hanya takut kehilangan keluargaku. Aku menganggap
kalian keluarga, tapi sepetinya kalian tidak menganggapku. Mungkin ini hanya
perasaanku.
2 tahun aku harus menunggu. Melepaskan
diri dari kalian. tetapi, bukan itu yang aku mau. Aku ingin tetap bersama
kalian, tetapi kalian perlahan ingin melepaskan diri dariku. Apa aku pantas
seperti ini? apa aku tidak pantas untuk disayangi? Sering aku berpikir apakah
kalan seperti ini karena aku punya tubuh yang gemuk? Wajah yang tidak cantik? Sehingga
kalian berbuat seperti ini padaku. Aku mungkin tidak secantik kalian,
selangsung kalian, dan tidak juga sepintar kalian, tetapi apakah kalian bisa
memperlakukanku seperti ini? aku hanya ingin tau jawabannya.
Tak ada cukup keberanianku untuk
mengkalrifikasi ini semua. Aku hanya bisa menumpahkan semuanya disini. Sudah cukup
aku merasa terasingkan, cukup. Kalian bicara padaku saja aku senang. Tapi tolong
jangan mengasingkanku. Aku juga manusia yang punya perasaan. Mungkin ini sebuah
mimpi buruk buatku. Tetapi ini mimpi buruk yang sering terjadi. Aku sudah terbiasa, tetapi terbiasa tidak
cukup untuk menutup luka di hati, mungkin aku hanya terlihat sebagai seorang
gadis yang cerewet banyak omong, berisik. Tetapi itu semua menutupi apa yang
aku rasakan. Aku masih tetap sayang kalian. Aku masih tetap menginginkan itu
hanya perasaanku saja.
Mungkin tulisan ini hanya sebuah
lelucon untuk kalian. kalian boleh berkomentar apapun tentangku. Aku sudah
mulai tidak peduli lagi. Kalian ingin mengatakan jika aku lebay? Silakan. Mungkin
tulisan ini terlihat lebay dan amat berlebihan untuk kalian, tetapi itulah yang
aku rasakan. Tak apa kan kalau aku mengungkapkannya. Aku rasa aku bisa gila
kalau terus menahannya. Sehingga aku mengungkapkanya disini. Aku hanya berharap
aku in hanya perasaanku saja.